catatan Anugrah

Welcome To My Blog





Monday, May 18, 2015

Olahraga Itu Bukan Alat Pencapai Ambisi

PEMBUKAAN Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak sega....*eh!

Lama juga ga nulis-nulis, sekarang mau mulai nulis lagi nih, gara-gara di kantor ga ada kerjaan jadi nya bingung mau ngapain, jadinya sekarang gw mau mengisi waktu dengan menuangkan sedikit apa yang gw pikirin ke dalam bentuk tulisan. Padahal gara-gara si Fato bikin tulisan gw juga jadinya kepengen kan


Baru aja gw denger kabar dari kampus kalau OMI 2015 (Olimpiade Mahasiswa IPB) piala dunianya IPB dah pokoknya dibekukan, gara-gara ada dua kubu fakultas yang terlibat bentrok fisik saat sedang berlangsungnya pertandingan. Penyebabnya jelas karena masing-masing tidak terima atas perlakuan dari kubu lawannya ngakunya mah mereka yang teraniaya, gw gatau siapa yang salah, kedua belah pihak punya pembelaannya masing-masing, dari sudut pandang yang gw bilang terlalu subjektif.


Di sini gw ga mau bahas bagaimana kelanjutan OMI nya, apa sanksi pada oknum nya, ato apapun lah yang ga bakalan ada habisnya itu. Yang mau gw bahas di sini adalah soal nilai-nilai yang ada dalam olahraga, dalam kasusnya kerusuhan di OMI, dari sudut pandang gw sebagai pelaku olahraga walaupun pengalaman gw ga banyak banyak amat -_____-


Gw paham kok kalo bertanding itu emang bergengsi, sebagai atlet, di situlah ajang para atlet untuk show off, mungkin lebih tepatnya pamer kemampuan untuk menarik perhatian lawan jenis mungkin ^^, apalagi emang dalam konteks olimpiade mahasiswa semua fakultas bersaing untuk berebut medali emas, bayangin kalo dapet medali emas, tenarnya se fakultas, ato bahkan seantero kampus coy, pede bisa posting sana posting sini pake piala padahal cadangan mati hehe. Buat para suporternya, mereka habis-habisan mendukung kontingennya bertanding, ikut seneng kalo atletnya menang, bisa pamer ke temen-temennya yang di fakultas lain, dan ikut tertekan kalo atlet-atlet gacoannya kalah.


Namanya pertandingan olahraga, tekanan yang didapat saat pertandingan itu pasti tinggi, di saat stamina dikuras, tekanan untuk menang semakin besar, ditambah mental sang atlet dan supoter yang meledak-ledak, apalagi kalo pertandingannya mempertemukan dua kubu yang punya histori persaingan yang ketat. Gesekan sedikit bisa jadi api yang meledak-ledak. Dan itu kejadian di OMI, maklum namanya anak muda, semangatnya masih berapi-api, sampe meledak-ledak, hehe.

Tapi sangat menggelitik kalo hanya sekedar pertandingan antar fakultas yang harusnya bisa nambah banyak teman kecengan dari fakultas lain, malah jadi nambah musuh. Bertanding udah kayak berjuang atas nama Agama, padahal menang sepuluh kali beruntun pun, ga akan dihargai sebagai prestasi nasional, ga ada harga nya di dalam CV resmi, ga sebanding nilainya kalo sampe harus mengorbankan persahabatan.


Dalam pertandingan, yang harus selalu kalian ingat adalah
Hati boleh panas, Kepala harus tetap dingin (Tampubolon,2010)

Sampah. gw rasa itu kata yang paling tepat untuk menggambarkan atlet wanna be, suporter, ato pun pihak2 yang membuat kerusuhan dalam olahraga. Olahraga itu bukan alat pencapai ambisi bro.
Olahraga tujuan utama nya adalah sehat. Sehat dalam hidup, dalam artian kita punya pola hidup sehat, pikiran yang sehat, punya banyak teman yang sehat, bahkan kalo kita buka internet pun yang keluar adalah internet sehat eh.


Gw sering dapat pertanyaan seperti ini, "bang, biar bisa jago main futsal gimana sih?", oke gw tersinggung, gw ga jago-jago amat -___-, dan jawaban yang selalu gw kasih adalah "gampang, tinggal rajin latihan dengan metode yang tepat, sering ikut pertandingan, belajar dari pengalaman, dan jaga kondisi". Intinya cuma itu. Simple but complex realization.
TAPI, gada satupun yang bertanya "bang, dapet apa aja dari futsal?"


Ada banyak nilai yang bisa kita ambil dari berolahraga. Selain sehat dan banyak teman. Olahraga adalah salah satu kegiatan pembentuk karakter kita. Bukan cuma olahraga sih, bermusik, menari, berorganisasi, berpolitik, dan sebagainya juga bisa membentuk karakter manusia, ato bisa gw generalisasikan sebagai kegiatan di luar pekerjaan sehari-hari. Oke sekarang gw akan bicara dari segi gw adalah pelaku olahraga futsal. Gw bisa disebut anak futsal, bukan karena kalo kemana mana gw selalu pake sepatu futsal ato semua aksesoris yang gw pake semuanya berbau futsal,tapi kalo gw menanamkan nilai dan pelajaran yang gw dapat dari futsal ke dalam kehidupan gw. Contohnya, gw di futsal diajarkan yang namanya sportifitas, maka gw harus menerapkan sportifitas dalam hidup, ato gw diajarkan untuk gigih dalam mempertahankan bola, maka gw harus gigih dalam menyelesaikan tugas-tugas dalam pekerjaan gw, dan masih banyak lagi, yang jelas, gw yakin kalian semua akan tau itu.



Yang jelas, maknai olahraga itu sebagai pembentuk karakter, bukan alat pencapai ambisi :)

Saturday, December 3, 2011

SEA Games, sebuah ajang dua tahunan yg merupakan olimpiade olahraga negara2 di Asia Tenggara
di ajang ini Indonesia memang menyabet gelar juara umum dengan meninggalkan jauh Thailand, Malaysia, dan negara2 lain.
namun, ibarat sayur tanpa garam, juara umum ini terasa kurang lengkap jika tidak dilengkapi dengan gelar juara di ajang sepak bola

ya, sepak bola bagi masyarakat Indonesia merupakan olahraga yang menjadi olahraga favorit, tidak ada orang yg tidak kenal olahraga ini
olahraga yang kadang memicu perpecahan di antara bangsa Indonesia, dimana letak geografis memunculkan konflik antar pendukung klub2 sepak bola di Indonesia
kembali lagi, Indonesia gagal mendapatkan medali emas setelah dikalahkan dipartai final melalui drama adu pinalti, dan yg lebih menyakitkan lagi, yg mengalahkan kita adalah negara tetangga yg belakangan ini sering mencari "gara-gara" dengan negara kita, Malaysia
Namun, perjuangan mereka, telah memberikan angin segar di tengah kisruh sepak bola dalam negeri dimana para orang yg mengaku pemimpin2 PSSI bersifat sangat egois dan hanya mementingkan kepentingannya sendiri
perjuangan mereka, keringat yg mereka kucurkan, teriakan yg mereka kumandangkan, gol yg mereka ciptakan, telah dapat memersatukan bangsa ini, hal ini dapat dibuktikan, kita bisa lihat tawa seorang tukang sapu jalanan sama dengan tawa seorang pemimpin negara
mereka, telah memberikan harapan bagi adik-adik, bahwa sepak bola Indonesia hebat, timnas kita dapat dijadikan contoh, dan dapat memotivasi adik2 untuk bisa meneruskan kejayaan-kejayaan sepak bola kita dan membuat kita percaya bahwa masa depan itu ada

Indonesia Bisa, ayo kita Pasti Bisa
SAYA BANGGA DENGAN KALIAN, SAYA BANGGA DENGAN INDONESIA

Friday, June 10, 2011

sebuah pelajaran

udah lama banget ga nulis, sekarang mau mulai nulis lagi, hhe
tulisan ini terinspirasi setelah membaca tweet dari salah seorang teman saya Deno Yudha, ia adalah teman seperjuangan saya di UKM Futsal IPB.

FUTSAL
satu kata, 6 huruf, dua suku kata. permainan yg memperebutkan sebuah bola dan dimainkan oleh 5 pemain di lapangan dalam satu tim
entah kenapa futsal ini menjadi pelengkap hidup
dari awalnya ga suka, sekarang hampir menjadi ibadah yg kalau ditinggalkan akan sangat merasa berdosa haha lebay
dari futsal saya punya banyak teman, dari futsal juga saya bisa berbicara di publik, dari futsal saya banyak belajar tentang arti kehidupan, dan karena futsal juga saya terbiasa untuk bekerja dalam pressure yg tinggi

banyak pelajaran yg bisa diambil dalam futsal


orang sering bilang "jangan banyak main futsal, ntar nilai lu jelek"
memang saya memiliki nilai2 yg sangat kurang baik, tapi saya rasa itu bukan karena futsal, tp saya tidak bisa membagi waktu untuk belajar
"FUTSAL itu ga bikin bodoh, dan ga futsal itu ga bikin pinter, futsal cuma ngajarin kalian bertanggung jawab" (bephtampubolon, 2010)

futsal juga mengajari saya untuk bersikap optimis
"Kalo kita aja ga yakin menang, gimana Tuhan mau ngasih kita menang?" (Zunara, 2010)

belajar bertanggung jawab
"tanggung jawab tim, tanggung jawab pribadi" (azra, 2010)

ketika hidup jauh dari futsal, ketika itu pula hidup menjadi berantakan (denoyudha, 2011)

Friday, January 7, 2011

Sepak Bola untuk KITA

sepak bola, siapa yang tidak kenal sepak bola?
olahraga paling populer sejagad, olahraga yang dapat menyatukan seluruh penjuru umat di dunia dalam satu bahasa, SEPAK BOLA

banyak orang yang sudah merasakan bagaimana rasanya bermain sepak bola, entah itu hanya senang-senang atau bahkan orang yang punya ambisi lebih pada olahraga yang membutuhkan fisik yang prima ini.
bagaimana tidak, sepak bola membawa kenikmatan tersendiri bagi para pecintanya, entah itu pemain, official, pelatih, sampai suporter yang setia mendukung tim yang disukainya.

saat bertanding, kita akan merasakan sensasi yang menggetarkan mental kita, banyak tekanan yang akan menghampiri kita, beban yang tersemat di pundak kita akan banyak nya harapan, bahkan tekanan itu muncul karena lambang yang ada di dada kiri kita, entah itu almamater, klub, bahkan lambang yang sangat saya idam-idamkan, GARUDA.

tapi ingat, sepak bola tidak ada hubungannya dengan apa yang tersemat di dada kirimu, sepak bola tidak ada hubungannya dengan harga diri kita sebagai bangsa, sebab, HARGA DIRI MUNCUL KARENA SIKAP, BUKAN HARAPAN
di lapangan, kau tidak mewakili siapa-siapa, kau hanya memperjuangkan KEGEMBIRAAN mu, kegembiraan yang kau rasakan saat bermain. berlarilah seolah-olah kau kanak-kanak yang tak mengerti permasalahan besar, berjibakulah untuk mempertahankan kebahagiaan kalian agar tak direnggut melalui gol-gol yang dapat lawan sarangkan, cetak lah gol yang dapat membuat hati kalian gembira.

contohlah saat AFF 2010, tim nasional Indonesia memberikan kegembiraan tiada tara walau pulang dengan tangan hampa, tanpa piala.
namun kegembiraan yang kita dapatkan tiada tara rasanya, kegembiraan dimana tawa seorang tukang sapu jalanan sama dengan tawa seorang pemimpin negara.
kaki-kaki mereka memberikan makna solideritas, gocekan-gocekan mereka mengundang tarian massal tanpa saweran, umpan terobosannya memberikan harapan pada adik-adik kita bahwa masa depan itu ada, tendangan-tendangan nya, membuat orang percaya bahwa "kita masih bisa" belum punah dari kehidupan kita.

biarkan bola mengalir, menarilah di lapangan, gol hanya urusan keberuntungan.
bermain lah kau untuk kegembiraanmu sendiri, bukan untuk harga diri, uang, ataupun kepentingan orang yang bukan kesenangan mu.

Friday, July 23, 2010

Satu Mimpi yg Terwujud


Inilah salah satu dari mimpi gw yang udah terwujud. Dulu waktu gw masih 'piyik' gw sering diajak sama ayah untuk nonton bola walau hanya di tivi. Saat gw liat pemain-pemain timnas merah putih kita yg berjuang untuk negara *waktu itu gw lupa lawan apa, gw terkesima ngeliat mereka main *dulu kaga kenal yg namanya liga inggris, itali, tau nya cuma liga bank mandiri, haha* dan gw bilang ke ayah kalo gw mau main lawan mereka.

dan tanggal 3 Februari 2010, mimpi itu terwujud, walau bukan sepak bola, gw bisa bertanding melawan timnas futsal Indonesia dan bermain pertama kalinya untuk tim utama futsal IPB

awalnya gw ga yakin kalo itu beneran bukan mimpi, tanggal 31 januari gw denger kabar kalo IPB kedatangan lawan sparing yakni Timnas, tapi gw kurang menanggapi karena gw yakin gw ga bakal main

waktu tanggal 1 diadakan training centre persiapan lawan timnas, dan gw diajak untuk dites oleh pelatih kepala, pak Suhar, yg saat itu menjadi pelatih IPB, *sedikit informasi beliau adalah mantan pelatih timnas futsal Indonesia
awalnya gw ga mau ikut, tapi temen gw Rama Baroto Ilmar ngajak gw dan maksa gw untuk hadir, gw yg ogah2an waktu seleksi dan tanpa beban bermain di luar dugaan, main santai, enjoy, dan semua skill keluar
dan hasil nya, Subhanallah, gw masuk tim !
dan gw mewujudkan salah satu mimpi gw, walau kalah 15-3, tapi gw puas

gw menantikan mimpi2 gw yg lain terwujud :)
dan gw ingin gw yg bermain untuk timnas Indonesia